Menyerahkan semua apa yang kita alami, rasakan, apa yang terjadi, semuanya kepada Tuhan Sang Pencipta kehidupan adalah pilihan baik yang perlu dilakukan. Saat kita berada di posisi, kondisi, situasi yang kurang nyaman, kurang menyenangkan, terasa kita tak sanggup untuk melihat kedepan, memandang ke atas dengan lutut mengijak lantai adalah tanda kita menyerahkan semua yang kita alami untuk "Tuhan tolonglah".
Belajar dari mami.
Aku tau dia bukan ibu yg bisa memberikanku kemewahan, tidak membahagiakan dengan harta, jabatan, dia juga bukan ibu yg tidak punya salah, dia bukan ibu yang jago dalam bisnis, tapi dia membuatku belajar untuk memberi waktu buat Tuhan.
Ya..
Hari ini secara tak langsung aku tersentuh dengan apa yang mami katakan tadi.
Temans, kadang secara diam2 dia menangis tanpa kita tau. Mungkin kita terlalu pusing dengan urusan kita tanpa memandang apa yang sedang dia alami. Mungkin terkadang dia sering merasa kesal. tapi kita mencuekkan dia.
Temans..
Selagi kita bersama dengan orangtua kita, mari kita belajar memahami mereka. Memang mungkin ada hal2 yang membuat kita kesal. Tapi, percayalah mereka orangtua yang bukan sengaja melakukan hal menyebalkan. Mereka hanya berusaha melakukan apa yang baik dari mereka untuk kita anakanak. Tolong pahamilah itu.
Mari kita menjadi sumber kebahagian mereka. Karena alasan itulah yang seharusnya mereka rasakan ketika anakanak sudah dewasa dan mandiri.
Tuhan pasti akan menolong setiap anakanak yang berusaha menciptakan kebahagiaan buat orangtua.
Tuhan Yesus menolong kita semua.
tulisan cerita hidup saya akan kosong, tanpa anda _orang-orang yang memberikan inspirasi_ untuk mengisi tulisan ini
Sabtu, 03 Oktober 2015
Selasa, 22 September 2015
Berdoalah
Merebahkan diri sejenak setelah melewati perjalanan dari tempat kerjaku di pedalaman Tambelang ( naik ojek stengah jam yg ojeknya dipesan dulu dari Tombatu, kemudian naik angkot 1 jam lebih untuk bisa tiba di rumahku di Langowan). Bagi sebagian orang kata mereka ini perjalanan yg jauh dgn jalan pun yg bukan hanya lurus saja. Tapi bagi kami yg bekerja di pedalaman ini suatu keseharian yg sudah biasa dalam jadwal kerja kami unthk perjalanan yg bukan mudah.
Ya.. hari ini saya pulang lebih awal karena besok ada apel Korpri dan saya tidak membawa seragam yah pemirsah..
Sambil mengingat2 hal yang sudah dilalui, saya pun teringat mengenaik kesalahan yang sudah sering saya lakukan. Yaa.. dalam hal ini tentang bagaimana mengendalikan emosi saya mengenai pendapat orang lain. Apa yang saya alami hari ini, membuat saya berpikir "kenapa lagi2 saya jatuh oleh emosi saya?" Kenapa lagi2 saya mudah dikalahkan oleh hal yang tidak penting.
Ternyata teman, tanpa kita sadari semakin kita menjaga untuk tidak bersikap A, ada saja ujian bagi kita untuk bersikap B. Dan ini merupakan taktik si jahat untuk menghambat pertumbuhan kita.
Kita harus ingat bahwa si jahat itu bukan pribadi yang bodoh. Kebenaran saja bisa diputarbalikkan untuk dijadikan senjata agar kita melanggarnya dan menganggap sesuatu yang sepele sebagai langkah kecil agar kita kompromi sehingga tanpa sadar kompromi kita akan menjadi sesuatu yang besar.
Okeh teman, saya tidak mau memilih untuk terlalu jauh berdiam dan berpikir mengenai emosi yang baru saja saya keluarkan. Saya mau memilih untuk menjadikan itu lagi2 sebagai jembatan untuk saya tau dan kenal bahwa saya masih memiliki selubung yang satu ini untuk bisa saya atasi.
Minggu yang lalu saya diberkati oleh buku yang judulnya "Mutiara Bagi Raja" karya Hanna Carol. Hanya judul bukunya saja sudah membawa dampak besar dan luas dipikiran saya. Saya pun berpikir, menjadi mutiara itu bukan sesuatu yang mudah. Putih, bersih, tak bercacat. Dan itulah gambaran yang layak sebagai mempelai Kristus.
Selagi masih diberikan kesempatan, marilah kita tetap terus belajar dan belajar. Tetap semangat untuk memperbaiki kekurangan kita.
Bersyukur saya diberikan pemimpin keluarga yang bijaksana. Pendamping hidup yang menurut saya sudah Tuhan siapkan untuk memimpin saya dan saya percaya itu. Terimakasih buat suami saya yang olehnya saya bisa didampingi untuk bertumbuh.
Temans, dalam hidup kita akan diperhadapkan dengan kesulitan. Dan, seringkali kita merasa tak sanggup untuk melewatinya bukan? tapi, toh sekarang kita ternyata bisa sampai tahap ini bisa melalui semuanya.
Sekali lagi teman, hidup selalu berbicara tentang kesempatan dan pilihan.
Saat kita menghadapi hal sulit, kita dibrikan kesempatan untuk berpikir dan memilih.
Saat kita marah, iri hati, cemburu, tidak mengasihi, mengarah kepada kebencian, perseteruan, kita juga diizinkan untuk berpikir dan memilih.
Berdoalah.
Pekerjaan Tuhan selalu untuk mendatangkan kebaikan.
Kita ada karena kasih Tuhan. Tidak mungkin kita bisa bertumbuh tanpa kasih. Sedangkan Bapa mengasihi kita, tidakkah juga kita mengasihi diri kita? Bukan berarti mengasihani diri atau mengasihi diri dengan berglamorria. Tapi mengasihi diri agar akar keangkuhan tidak merusak bunga yang sudah kita pupuk untuk bisa berbuah.
Memang kita tak luput dari kesalahan dan dosa. Kita tak luput dari pertumbuhan yang dikelilingi semak duri. Tapi kita bisa memilih apakah kita akan terbuai olehnya ataukah kita memilih untuk berjuang bertumbuh.
Tuhan Yesus menolong saya dan kamu sekalian.
Ya.. hari ini saya pulang lebih awal karena besok ada apel Korpri dan saya tidak membawa seragam yah pemirsah..
Sambil mengingat2 hal yang sudah dilalui, saya pun teringat mengenaik kesalahan yang sudah sering saya lakukan. Yaa.. dalam hal ini tentang bagaimana mengendalikan emosi saya mengenai pendapat orang lain. Apa yang saya alami hari ini, membuat saya berpikir "kenapa lagi2 saya jatuh oleh emosi saya?" Kenapa lagi2 saya mudah dikalahkan oleh hal yang tidak penting.
Ternyata teman, tanpa kita sadari semakin kita menjaga untuk tidak bersikap A, ada saja ujian bagi kita untuk bersikap B. Dan ini merupakan taktik si jahat untuk menghambat pertumbuhan kita.
Kita harus ingat bahwa si jahat itu bukan pribadi yang bodoh. Kebenaran saja bisa diputarbalikkan untuk dijadikan senjata agar kita melanggarnya dan menganggap sesuatu yang sepele sebagai langkah kecil agar kita kompromi sehingga tanpa sadar kompromi kita akan menjadi sesuatu yang besar.
Okeh teman, saya tidak mau memilih untuk terlalu jauh berdiam dan berpikir mengenai emosi yang baru saja saya keluarkan. Saya mau memilih untuk menjadikan itu lagi2 sebagai jembatan untuk saya tau dan kenal bahwa saya masih memiliki selubung yang satu ini untuk bisa saya atasi.
Minggu yang lalu saya diberkati oleh buku yang judulnya "Mutiara Bagi Raja" karya Hanna Carol. Hanya judul bukunya saja sudah membawa dampak besar dan luas dipikiran saya. Saya pun berpikir, menjadi mutiara itu bukan sesuatu yang mudah. Putih, bersih, tak bercacat. Dan itulah gambaran yang layak sebagai mempelai Kristus.
Selagi masih diberikan kesempatan, marilah kita tetap terus belajar dan belajar. Tetap semangat untuk memperbaiki kekurangan kita.
Bersyukur saya diberikan pemimpin keluarga yang bijaksana. Pendamping hidup yang menurut saya sudah Tuhan siapkan untuk memimpin saya dan saya percaya itu. Terimakasih buat suami saya yang olehnya saya bisa didampingi untuk bertumbuh.
Temans, dalam hidup kita akan diperhadapkan dengan kesulitan. Dan, seringkali kita merasa tak sanggup untuk melewatinya bukan? tapi, toh sekarang kita ternyata bisa sampai tahap ini bisa melalui semuanya.
Sekali lagi teman, hidup selalu berbicara tentang kesempatan dan pilihan.
Saat kita menghadapi hal sulit, kita dibrikan kesempatan untuk berpikir dan memilih.
Saat kita marah, iri hati, cemburu, tidak mengasihi, mengarah kepada kebencian, perseteruan, kita juga diizinkan untuk berpikir dan memilih.
Berdoalah.
Pekerjaan Tuhan selalu untuk mendatangkan kebaikan.
Kita ada karena kasih Tuhan. Tidak mungkin kita bisa bertumbuh tanpa kasih. Sedangkan Bapa mengasihi kita, tidakkah juga kita mengasihi diri kita? Bukan berarti mengasihani diri atau mengasihi diri dengan berglamorria. Tapi mengasihi diri agar akar keangkuhan tidak merusak bunga yang sudah kita pupuk untuk bisa berbuah.
Memang kita tak luput dari kesalahan dan dosa. Kita tak luput dari pertumbuhan yang dikelilingi semak duri. Tapi kita bisa memilih apakah kita akan terbuai olehnya ataukah kita memilih untuk berjuang bertumbuh.
Tuhan Yesus menolong saya dan kamu sekalian.
Minggu, 16 Agustus 2015
Kami menyayangimu om ben..
Ceritanya dimulai saat saya mulai ngantuk, dan masuk notifikasi facebook dari Clairine. Pikiran saya langsung tertuju di om beni, jgn2 om beni sudah meninggal. Pas saya buka, dan ternyata benar. Ini benar terjadi. Langsung saja saya memperlihatkan foto posenya om beni saat meninggal ke papi yang saat itu masih sementara nonton tv. Melihat reaksi papi sih biasa2 saja. Tunggu beberapa saat papi merasa ingin segera masuk kamar. Dears, siapa yang tau apa sebenarnya yang papi rasakan. Hanya Bapa dan papi yang tau mungkin. Tapi, membaca situasi yang ada, sebagaimanapun kondisinya papi, mereka itu kakak-beradik, ada dasar2nya mereka saling menyayangi.
Ya Tuhan... bukankah hidup ini begitu singkat? Rasanya masih kuat di ingatan ini dengan cerita masa kecil saya yang jujur memang menyenangkan. Masa dimana saya bisa menikmati kirim2an surat dan ucapan kartu natal buat om ben, saat ulang tahun saya minta hadiah, saya kirim foto ke om ben lewat kantor pos saya kirim foto2 waktu HUT saya. Menyenangkan lho. Terimakasih yah om buat waktu di dunia yg dibrikan Tuhan buat kita menjadi saudara, pelajaran hidup yang saya dapatkan..
Dears, berkaca dari cerita hidup yang tidak terasa berjalan saja begitu terus tanpa menunggu, membuat saya berkaca, hidup ini begitu singkat untuk kita melakukan hal2 yang hanya sia2 karna kehidupan kita di bumi hanyalah sementara.. kita di bumi hanyalah titipan, kita di bumi hanyalah persinggahan. Bumi ini bukan milik kita yang akan selamanya kita punyai. Dunia ini hanyalah pinjaman bukan sesuatu yang kekal. Pada saatnya nanti semua yang ada di dunia ini akan hancur, habis lenyap. Tapi kita, tubuh kita akan habis masanya, namun jiwa dan roh kita akan tetap untuk nantinya dipakai di kehidupan selanjutnya.
Malam ini papi kehilangan kakak. Kami kehilangan om. Memang sudah tidak ada yang bisa dilakukan. Tapi kita masih bisa berdoa, berkomunikasi dengan Tuhan, Bapa yang MahaTau MahaKuasa.
Berharap kiranya pengampunan dan kedamaian ada diantara kami semua.
Ya Tuhan... bukankah hidup ini begitu singkat? Rasanya masih kuat di ingatan ini dengan cerita masa kecil saya yang jujur memang menyenangkan. Masa dimana saya bisa menikmati kirim2an surat dan ucapan kartu natal buat om ben, saat ulang tahun saya minta hadiah, saya kirim foto ke om ben lewat kantor pos saya kirim foto2 waktu HUT saya. Menyenangkan lho. Terimakasih yah om buat waktu di dunia yg dibrikan Tuhan buat kita menjadi saudara, pelajaran hidup yang saya dapatkan..
Dears, berkaca dari cerita hidup yang tidak terasa berjalan saja begitu terus tanpa menunggu, membuat saya berkaca, hidup ini begitu singkat untuk kita melakukan hal2 yang hanya sia2 karna kehidupan kita di bumi hanyalah sementara.. kita di bumi hanyalah titipan, kita di bumi hanyalah persinggahan. Bumi ini bukan milik kita yang akan selamanya kita punyai. Dunia ini hanyalah pinjaman bukan sesuatu yang kekal. Pada saatnya nanti semua yang ada di dunia ini akan hancur, habis lenyap. Tapi kita, tubuh kita akan habis masanya, namun jiwa dan roh kita akan tetap untuk nantinya dipakai di kehidupan selanjutnya.
Malam ini papi kehilangan kakak. Kami kehilangan om. Memang sudah tidak ada yang bisa dilakukan. Tapi kita masih bisa berdoa, berkomunikasi dengan Tuhan, Bapa yang MahaTau MahaKuasa.
Berharap kiranya pengampunan dan kedamaian ada diantara kami semua.
Jumat, 31 Juli 2015
Pagar2 yang Tak Terlihat
Karna kelamaan bobok siang, beginilah jadinya.. sedikit berbicara mengenai saat teduh malam ini. Baca renungan tentang DAHULU KU TERSESAT, KINI KU SELAMAT, KU BERSYUKUR SELAMANYA.
Tersenyum dengan bimbingan renungan malam hari ini. Sangat sangat bersyukur karna dibimbing olehNya hingga saya boleh kembali bertemu denganNya..
Sesudah membaca renungan ini, saya kemudian membuka sosmed sedikit demi sedikit mulai mempengaruhi saya. Apalagi saat saya melihat foto suami dan teman2 yang sedang menghadiri doa pemulihan. Sejenak pun muncul pikiran: Sungguh ingin berada di sana masuk bersama dalam kebersamaan suami dan teman2nya.. yaa.. saya iri dengan kebersamaam mereka.. karna mungkin saya tidak ada disitu dan tidak punya sahabat2 yang seperti mereka punyai.. ya Tuhan... ada2 saja yahh yang muncul disaat saya baru selesai bercakap2 denganMu....
Pikiran pun muncul: "Tuhan, saya juga rindu ada disitu bersama suami menikmati hadirat Tuhan bersama.. rasanya mereka menikmati sekali kebersamaan mereka itu... saya disini sendiri Tuhan..."
Pikiran juga muncul: "Mungkin inilah yang Tuhan maksudkan kalo Dia ingin berdua saja dulu dengan saya berlamaaa lama. Dia ingin menikmati dan benar2 rindu dengan saya yang menyembahNya dengan dalam.
Ya Tuhan.... tolong ampuni saya jika pikiran2 tak membangun justru malah menjatuhkan saya yang berniat memuliakanMu.
Hmm
Ini membuat saya merenung bahwa, setidaknya saya bersyukur bahwa meskipun saya dan suami terpisah jauh, saya dan suami dibentengi oleh pagar2 yang kuat sesuai dengan kelemahan kami Tuhan memagari kami.
Kau Luar Biasa Tuhan....
Bercerita sedikit mengenai Allah kita yang hebat ini. Tadi pagi pas sedang menonton acara Tv doktet Oz Indonesia, berbucara tentang organ paru2 dan oksigen. Disitu ditunjukkan gambaran tentang pernapasan manusia beserta dengan detail2nya.
Muncul dalam pikiran saya: "liat tuh detail2nya, Pencipta kita itu luar biasa lho. Luar biasa bagaimana proses kita diciptakan. Begitu lengkap sesuai dengan keistimewaan yang Dia berikan buat kita. Tidak usah takut untuk hari depanmu esther". Saya senyum2 akan hal itu.
Ya... Luar Biasa Tuhan kita ya..
Berterimakasih buat pagar2 tak terlihat yang Dia buat untuk saya dan suami.
Tuhan Yesus luar biasaaaa......
Tersenyum dengan bimbingan renungan malam hari ini. Sangat sangat bersyukur karna dibimbing olehNya hingga saya boleh kembali bertemu denganNya..
Sesudah membaca renungan ini, saya kemudian membuka sosmed sedikit demi sedikit mulai mempengaruhi saya. Apalagi saat saya melihat foto suami dan teman2 yang sedang menghadiri doa pemulihan. Sejenak pun muncul pikiran: Sungguh ingin berada di sana masuk bersama dalam kebersamaan suami dan teman2nya.. yaa.. saya iri dengan kebersamaam mereka.. karna mungkin saya tidak ada disitu dan tidak punya sahabat2 yang seperti mereka punyai.. ya Tuhan... ada2 saja yahh yang muncul disaat saya baru selesai bercakap2 denganMu....
Pikiran pun muncul: "Tuhan, saya juga rindu ada disitu bersama suami menikmati hadirat Tuhan bersama.. rasanya mereka menikmati sekali kebersamaan mereka itu... saya disini sendiri Tuhan..."
Pikiran juga muncul: "Mungkin inilah yang Tuhan maksudkan kalo Dia ingin berdua saja dulu dengan saya berlamaaa lama. Dia ingin menikmati dan benar2 rindu dengan saya yang menyembahNya dengan dalam.
Ya Tuhan.... tolong ampuni saya jika pikiran2 tak membangun justru malah menjatuhkan saya yang berniat memuliakanMu.
Hmm
Ini membuat saya merenung bahwa, setidaknya saya bersyukur bahwa meskipun saya dan suami terpisah jauh, saya dan suami dibentengi oleh pagar2 yang kuat sesuai dengan kelemahan kami Tuhan memagari kami.
Kau Luar Biasa Tuhan....
Bercerita sedikit mengenai Allah kita yang hebat ini. Tadi pagi pas sedang menonton acara Tv doktet Oz Indonesia, berbucara tentang organ paru2 dan oksigen. Disitu ditunjukkan gambaran tentang pernapasan manusia beserta dengan detail2nya.
Muncul dalam pikiran saya: "liat tuh detail2nya, Pencipta kita itu luar biasa lho. Luar biasa bagaimana proses kita diciptakan. Begitu lengkap sesuai dengan keistimewaan yang Dia berikan buat kita. Tidak usah takut untuk hari depanmu esther". Saya senyum2 akan hal itu.
Ya... Luar Biasa Tuhan kita ya..
Berterimakasih buat pagar2 tak terlihat yang Dia buat untuk saya dan suami.
Tuhan Yesus luar biasaaaa......
Selasa, 21 Juli 2015
Teman dunia kerja
Temans, selama ini saya mungkin berpikir untuk selalu bisa menyamankan diri dalam kerja dan keseharian dengan teman yang sama. Tapi, ternyata itu tidak bisa dipaksakan. Ada teman kerja yang memang bisa klop dgn kita dan keseharian, tapi ada teman kerja yang tidak bisa diklopkan dengan keseharian kita. Kita tidak perlu memaksakan diri untuk bisa klop dengan keseharian teman kerja kita, karna porsi kita memang tidak bisa seperti itu. Meski terkadang saya juga sering jengkel sendiri dengan tingkah mereka, yang sering juga terbawa sampai urusan pekerjaan.
Hari ini saya diingatkan oleh suami tentang jangan membawa urusan pekerjaan dengan urusan di luar pekerjaan. Bukannya munafik lho, tapi harus profesional. Makanya temans, sangat penting untuk meminta hikmat dan pengertian agar apa yang kita lakukan adalah langkah yang benar. Kita memang bukan yang so sempurna nda ada kesalahan, tapi kita bisa selalu terus belajar, mengambil pelajaran, dan memberikan dampak yang berguna. Kiranya Tuhan Yesus memampukan kita.
Hari ini saya diingatkan oleh suami tentang jangan membawa urusan pekerjaan dengan urusan di luar pekerjaan. Bukannya munafik lho, tapi harus profesional. Makanya temans, sangat penting untuk meminta hikmat dan pengertian agar apa yang kita lakukan adalah langkah yang benar. Kita memang bukan yang so sempurna nda ada kesalahan, tapi kita bisa selalu terus belajar, mengambil pelajaran, dan memberikan dampak yang berguna. Kiranya Tuhan Yesus memampukan kita.
Sabtu, 18 Juli 2015
Sharing is a best time with best friend
Berterimakasih kepada Tuhan untuk sahabat2 yang Dia berikan buat saya. Sahabat saya memang sedikit, tapi mereka adalah orang2 pilihan yang diberikan untuk mengisi ruangan sahabat. Saya percaya mereka pun merasakan hal yang sama. Kemarin saya dibrikan kesempatan bertemu dengan sahabat yg sudah lama saya kenal, yg dulunya kita hanya disebut berteman. Saling mengingatkan bahwa kedatangan Tuhan Yesus sudah sangat dekat manakala kita harus mempersiapkan diri kita. Shaeing tentang bagaimana pengalaman2 dalam pujian pemyembahan hidup.
Temans, ingatlah bahwa kehidupan kita di dunia ini hanyalah sementara. Kehidupan kita yang sesungguhnya adalah di kekekalan. Berbicara tentang kekekalan membuat saya bersukacita dan haru akan kehidupan itu. Hidup dimana kita akan disatukan untuk memuji dan menyembah Bapa, tiada lagi duka dan gelap dan kesuraman. Betapa tak dapat dibayangkan kepenuhan yang kita alami disana nanti. Kini, kita diperhadapkan dengan tantangan dunia yang tanpa kita sadari berjalan dengan keduniawian yang semakin timbul. Sebagai mempelai Kristus, kita semakin dibrikan himbauan dalam persekutuan untuk tetap menyalakan pelita. Karna, pengalaman pribadi pun saya sudah alami. Saat saya sedikit membuka celah untuk keluar dari koridor, perlahan keboasaan buruk mulai akan menjadi bagian kita temans. Berbicara mengenai hal itu, si jahat tau kelemahan kita. Dia akan menggunakannya secara sedikit demi sedikit dan akhirnya fokus kita mulai terganggu. Saya percaya pemulihan akan kita alami saat kita "membakar" masa lalu kita dan berdamai dengan menutup saja semua itu. Saat kita masih dibrikan kesempatan melayani Tuhan, itu luarbiasa temans. Mari kita tidak terfokus pada dunia ini dan apa yang ada di dalamnya. Karna semua ini akan lenyap dan kita bukan tinggal disini hanya untuk menikmatinya.. kita disini untuk dipersiapkan, untuk disaring, untuk membenahi jiwa dan roh kita untuk kekekalan. Karna tubuh ini hanyalah pinjaman semata selama kita ada di dunia ini. Mari kita minta hikmat, pengertian dan takut akan Tuhan dalam mempersiapkan kelayakan kita mrjadi mempelai Kristus menjelang kedatanganNya yang semakin dekat. Tuhan Yesus menolong kita semua..
Jumat, 17 Juli 2015
Doa malam ini
Hari kedua libur ini begitu membosankan awalnya, hanya tinggal di rumah, liat henfon, medsos, dan youtube. Tapi, pas menjelang wakti untuk bobo, suami saya menelfon dan disinilah terasa tidak membosankan. Kami membicarakan tentang cerita kami berdua yg masih berada di tempat berjauhan. Dia kembali menguatkan saya bahwa "Tuhan akan menyediakan dan Tuhan pasti akan menunjukkan jalan mana yang harus kita tempuh". Saya membawa hal ini dalam doa malam ini. Tak mengelak, ada saja intimidasi si jahat yg mau menghancurkan fokus saya. Si jahat tau aja kelemahan saya. Tapi itulah pilihan. Apakah kita akan terus meladeni si jahat sampai2 kita akan lupa apa yg menjadi fokus kita. Selang beberapa pujian seiring dengan doa, muncul pemikiran ini: "jadikan cerita pernikahanmu sebagai persembahan untuk-Nya, berikan yg terbaik". Ini membuat saya bersyukur berarti Bapa sesungguhnya hadir lho. Tak mampu berkata apaapa lagi. Hanya bisa tercengang, berdoa, meminta kekuatan hikmat pengertian, dan penjagaan dari Tuhan buat kami keluarga Lengkong-Suwuh.
Kamis, 16 Juli 2015
Jatuh tak sampai tergeletak
Beberapa hari setelah saya selesai cuti dan kembali ke Manado, Langowan, Mitra, Tambelang, alias melaksanakan rutinitas biasanya, sepertinya saya merasakan hal yang berbeda. Mengatakan ini lahir baru, saya juga tidak tau, mengatakan saya mengalami kuasa saat saya berada di Palu : "ya". Karna saya merasa sedikit lain dengan sebelum cuti. Cuti tahunan itu membuat saya merasa seperti kembali pada sesuatu yang sudah lama saya tinggalkan.
Saya ingat dengan kata suami yg mengatakan: orang yang dekat dengan Tuhan mungkin pernah berbuat salah, sama seperti kita berdua. Dulu, kita melewati masa2 yg sudah tentu membuat DIA kecewa, tapi DIA tidak akan membiarkan kita jatuh sampai tergeletak.
Sayapun mengambil kesimpulan, dulu ketika kita masih kanak2, kita berpikir berucap dan bertindak seperti kanak2. Sekarang, setelah kita dewasa kita meninggalkan sifat kanak2 itu.
Berbeda dengan yg lalu, saya begitu sebel dengan mereka yg mempersulit saya untuk pindah di tempat suami bekerja. Tapi kok sekarang saya merasa bersukacita walau masih berada di cerita yang sama? Saya yakin ini semua pekerjaan Roh Kudus yang Bapa hadirkan agar saya tidak kehilangan semangat. Saya sering merenung bahwa kehidupan di dunia hanya sementara. Kita hanya dipercayakan, bukan sepenuhnya mutlak menjadi milik kita. Tuhan pasti akan menolong saya dan suami untuk melayani Tuhan dimanapun kami berada.
Saya ingat dengan kata suami yg mengatakan: orang yang dekat dengan Tuhan mungkin pernah berbuat salah, sama seperti kita berdua. Dulu, kita melewati masa2 yg sudah tentu membuat DIA kecewa, tapi DIA tidak akan membiarkan kita jatuh sampai tergeletak.
Sayapun mengambil kesimpulan, dulu ketika kita masih kanak2, kita berpikir berucap dan bertindak seperti kanak2. Sekarang, setelah kita dewasa kita meninggalkan sifat kanak2 itu.
Berbeda dengan yg lalu, saya begitu sebel dengan mereka yg mempersulit saya untuk pindah di tempat suami bekerja. Tapi kok sekarang saya merasa bersukacita walau masih berada di cerita yang sama? Saya yakin ini semua pekerjaan Roh Kudus yang Bapa hadirkan agar saya tidak kehilangan semangat. Saya sering merenung bahwa kehidupan di dunia hanya sementara. Kita hanya dipercayakan, bukan sepenuhnya mutlak menjadi milik kita. Tuhan pasti akan menolong saya dan suami untuk melayani Tuhan dimanapun kami berada.
Jumat, 03 Juli 2015
because of WHO You are
15 juni - 28 juni 2015, suami dan saya sepakat untuk saya mengambil cuti tahunan dan itu kami lalui bersama di Palu, beriringan dengan HWD kami yg pertama plus berhubung suami sedang kerja. Dalam menghadapi hari2 cuti itu jujur saya katakan bahwa sedikit ada khawatir karna surat cuto saya belum keluar SK nya. Tapi, apa yg terjadi? Dari dalam hati ini berkata bahwa semuanya baik2 saja.
Dear, saya pikir tidak kebetulan saya cuti lantas ke Palu. Saya merasakan indahnya hadirat Bapa yg hadir dalam cuti yg saya lalui itu di Palu. Dapa inga waktu dulu pas selesai kuliah, saya sangat mendambakan kapan bisa ber-KTB lagi seperti waktu kuliah? Bisa saling membangun dalam roh dan pengharapan. Tuhan itu luar biasa dears, Dia brikan pembimbing saya seorang mama. bukan kebetulan saya seminggu bersama mama di rumah melewati harihari kami saling bertukar pikiran, mama share tentang zaman akhir, ttg khotbah, ttg kehidupannya, dll. Saya langsung terpesona dengan kebaikan Tuhan ini. Dan bukan hanya sampai disini saja, waktu saya dan suami bersama tmn2 kerjanya menghadiri doa pemulihan di Bethany Palu, waktu itu ternyata sudah doa penutup, tapi saya menangis air mata meleleh seperti sudah banyak kesalahan yg dilakukan dan menyesal, dan datang waktu ibadah lusanya hari minggu pas tanggal pernikahan saya dan suami tgl.21juni, entahlah. mungkinkah ini yg disebut Roh Allah bekerja..? di gereja wakti sementara penyembahan, saya sedang menikmati praise and worship waktu itu, saya seperti tidak bisa untuk menangis, seperti ada yg bisik: "kamu ini kok kalo penyembahan bawaannya sediihh terus.. kenapa? Kenapa tidak kamu bersukacita dan tersenyum karna yg kamu sembah itu Pribadi Luar Biasa" saat itu bawaannya saya bersukacitaa saja senyum2 dan begitulah. Pas hr minggu sebelum balik ke Manado, saya menyempatkan untuk ikut ibadah dulu, dan yg pas jamnya itu di Bethany. Waktu masuk ke gereja, diantarlah saya dan suami ke tempat duduk paling depan, pas berhadapan dengan mimbar. Praise and worship, khotbah, bikin saya bilang: "God, thank You". Saya yakin kalo cuti saya ini benar dan pasti surat SK cutinya pun akan ditolong Tuhan untuk saya.
Sampe skrang pun saya masih terpesona dengan apa yang Tuhan bikin buat saya.
Membawa saya berpikir bahwa: "saat kita fokus untuk membangun diri kita, maka yg terjadi kita akan mengalami perubahan. Dan memang benar, kita harus mengisi hal hal yang positif untuk mendapatkan sesuatu yg positif. Karna, jika kita mengisi dengan sesuatu yang negatif, kita harus ingat sodara, hal negatif itu akan membuat kita merasa ingin mencoba, dan sekali terjebak untuk ketagihan kita akan sulit merubahnya..
Tuhan telah memberikan kita Kasih Karunia, tinggal kita pilih untuk menghidupinya atau hanya singgah2 saja..
Di Palu, saya dan mama saling sharing tentang kedatangan Bapa. Alkitab adalah Buku diatas segala buku yang menceritakan segalanya. Dan memang benar, rahasia hidup ini bagaimana kita menjalaninya, sebenarnya itu semua sudah dicatat di dalam Buku ini. Saya pun diingatkan untuk selalu meminta pengertian untuk dimengertikan maksud dari setiap perkataan dan ajaran dalam Buku ini. Tapi kita harus ingat, si jahat akan melakukan berbagai cara untukmencoba menggoyahkan hubungan kita dengan Juru Slamat.
Di Ulang Tahun Pernikahan saya dan suami boleh bersama-sama menikmati kebersamaan dengan Bapa. Saat ini kami masih berjauhan wilayah kerja. Tentu saja kami masih tetap bergumul dengan kerinduan kami melayani Tuhan dalam satu wilayah kerja yang sama. Kami telah berusaha, selanjutnya biarkan Dia yang bertindak. Bukan hal yang mudab memang dan prosesnya tidak secepat meniup kertas langsung terbang. Oyah teringat saat k Cris dtg berkunjung ke rumah. Beliau adalah Bapak Gembala kami di GBI Rock Palu. Dia bilang sprti ini: kalian masih berjauhan sprti ini, mungkin Tuhan mau untuk pribadi2 kalian dekat dan intim dulu denganNya. #dear..... saya langsung teringat, bukankah hal ini pernah muncul saat saya sedang berdoa. Dan k Chris juga ngomong begini: "dibalik apa yg kamu alami, tersimpan banyak rencana Tuhan yang bukan saja untukmu tapi untuk orang2 sekitarmu", dan Dia juga bilang "Tuhan akan melemparkan masalah ujian pergumulan secara serentak, serupa banjir yang menghantam satu wilayah, semuanya akan terlihat mengalaminya, tapi yg akan dinilai adalah sesudah banjir itu, akan kelihatan rumab mana yang dibangun di atas batu dan di atas pasir."
Perjalanan saya ke Palu kali ini bukan hanya soal cerita saya ke Donggala, tapi bagaimana Tuhan bekerja. Ini hal yang tidak pernah terbayangkan. Biarlah aku dan seisi rumahku akan memuji Tuhan..
Dear, saya pikir tidak kebetulan saya cuti lantas ke Palu. Saya merasakan indahnya hadirat Bapa yg hadir dalam cuti yg saya lalui itu di Palu. Dapa inga waktu dulu pas selesai kuliah, saya sangat mendambakan kapan bisa ber-KTB lagi seperti waktu kuliah? Bisa saling membangun dalam roh dan pengharapan. Tuhan itu luar biasa dears, Dia brikan pembimbing saya seorang mama. bukan kebetulan saya seminggu bersama mama di rumah melewati harihari kami saling bertukar pikiran, mama share tentang zaman akhir, ttg khotbah, ttg kehidupannya, dll. Saya langsung terpesona dengan kebaikan Tuhan ini. Dan bukan hanya sampai disini saja, waktu saya dan suami bersama tmn2 kerjanya menghadiri doa pemulihan di Bethany Palu, waktu itu ternyata sudah doa penutup, tapi saya menangis air mata meleleh seperti sudah banyak kesalahan yg dilakukan dan menyesal, dan datang waktu ibadah lusanya hari minggu pas tanggal pernikahan saya dan suami tgl.21juni, entahlah. mungkinkah ini yg disebut Roh Allah bekerja..? di gereja wakti sementara penyembahan, saya sedang menikmati praise and worship waktu itu, saya seperti tidak bisa untuk menangis, seperti ada yg bisik: "kamu ini kok kalo penyembahan bawaannya sediihh terus.. kenapa? Kenapa tidak kamu bersukacita dan tersenyum karna yg kamu sembah itu Pribadi Luar Biasa" saat itu bawaannya saya bersukacitaa saja senyum2 dan begitulah. Pas hr minggu sebelum balik ke Manado, saya menyempatkan untuk ikut ibadah dulu, dan yg pas jamnya itu di Bethany. Waktu masuk ke gereja, diantarlah saya dan suami ke tempat duduk paling depan, pas berhadapan dengan mimbar. Praise and worship, khotbah, bikin saya bilang: "God, thank You". Saya yakin kalo cuti saya ini benar dan pasti surat SK cutinya pun akan ditolong Tuhan untuk saya.
Sampe skrang pun saya masih terpesona dengan apa yang Tuhan bikin buat saya.
Membawa saya berpikir bahwa: "saat kita fokus untuk membangun diri kita, maka yg terjadi kita akan mengalami perubahan. Dan memang benar, kita harus mengisi hal hal yang positif untuk mendapatkan sesuatu yg positif. Karna, jika kita mengisi dengan sesuatu yang negatif, kita harus ingat sodara, hal negatif itu akan membuat kita merasa ingin mencoba, dan sekali terjebak untuk ketagihan kita akan sulit merubahnya..
Tuhan telah memberikan kita Kasih Karunia, tinggal kita pilih untuk menghidupinya atau hanya singgah2 saja..
Di Palu, saya dan mama saling sharing tentang kedatangan Bapa. Alkitab adalah Buku diatas segala buku yang menceritakan segalanya. Dan memang benar, rahasia hidup ini bagaimana kita menjalaninya, sebenarnya itu semua sudah dicatat di dalam Buku ini. Saya pun diingatkan untuk selalu meminta pengertian untuk dimengertikan maksud dari setiap perkataan dan ajaran dalam Buku ini. Tapi kita harus ingat, si jahat akan melakukan berbagai cara untukmencoba menggoyahkan hubungan kita dengan Juru Slamat.
Di Ulang Tahun Pernikahan saya dan suami boleh bersama-sama menikmati kebersamaan dengan Bapa. Saat ini kami masih berjauhan wilayah kerja. Tentu saja kami masih tetap bergumul dengan kerinduan kami melayani Tuhan dalam satu wilayah kerja yang sama. Kami telah berusaha, selanjutnya biarkan Dia yang bertindak. Bukan hal yang mudab memang dan prosesnya tidak secepat meniup kertas langsung terbang. Oyah teringat saat k Cris dtg berkunjung ke rumah. Beliau adalah Bapak Gembala kami di GBI Rock Palu. Dia bilang sprti ini: kalian masih berjauhan sprti ini, mungkin Tuhan mau untuk pribadi2 kalian dekat dan intim dulu denganNya. #dear..... saya langsung teringat, bukankah hal ini pernah muncul saat saya sedang berdoa. Dan k Chris juga ngomong begini: "dibalik apa yg kamu alami, tersimpan banyak rencana Tuhan yang bukan saja untukmu tapi untuk orang2 sekitarmu", dan Dia juga bilang "Tuhan akan melemparkan masalah ujian pergumulan secara serentak, serupa banjir yang menghantam satu wilayah, semuanya akan terlihat mengalaminya, tapi yg akan dinilai adalah sesudah banjir itu, akan kelihatan rumab mana yang dibangun di atas batu dan di atas pasir."
Perjalanan saya ke Palu kali ini bukan hanya soal cerita saya ke Donggala, tapi bagaimana Tuhan bekerja. Ini hal yang tidak pernah terbayangkan. Biarlah aku dan seisi rumahku akan memuji Tuhan..
Sabtu, 30 Mei 2015
hanya dekat Allah saja aku tenang
Temans, dekat dengan Allah bukan menjadi suatu kewajiban ataupun hak. Tapi lebih tepatnya memang sudah menjadi bagian yg tak terpisahkan dari kita.
Sangat tidak menyenangkan jika kita memenuhi pikiran kita dengan kepunyaan kita sendiri.
Berada berjauhan dengan suami sangat tidak menyenangkan. Apalagi kami baru menikah setahun yg lalu dan berprogram untuk memiliki buah hati. Namun, apa mau dikata, skarang setelah usaha yang kami lakukan, kami masih saja berada dalam jarak yang berjauhan. Mungkin ini juga bukan sesuatu yang kebetulan. Merasakan pertolongan Tuhan dalam kehidupan keluarga kami, ini merupakan hal yang luar biasa dalam cerita kami berdua.
Dalam masa kami saling membutuhkan untuk saling berdampingan, jujur seringkali keegoisan saya ingin bertemu suami, saya suka marah2 sendiri kepada pihak2 yang berhubungan dengan pengurusan saya untuk ke Palu. Saya merasa ini hal yang "mempastiukan" dan menganggap mereka menghalangi kami untuk bertumbuh. Tapi, daripada saya mengeluh dengan orang2 terkait tersebut, memang lebih melegahkan ketika saya berdoa dan menyerahkan semua kepada Tuhan. Karna, apa gunanya kita mengeluhkan kepada mereka sedangkan mereka toh malah sibuk, cuek, dan semisal membiarkan ini.. dan akhirnya toh saya merasa belum menemukan kepuasan untuk jawaban mereka..
Tetapu, Tuhan, Dialah yang akan memberikan keouasan atas semua pergumulan ini. Menyerahkan seenterunya kepada-Nya dan mencurahkan apa yang ada di hati ini kepadaNya, karna di dalam Dia ada kelegaan, ada pembalutan luka, ada pemulihan, ada JAWABAN.
Berharap kiranya dibrikan kekuatan agar tetap selalu berserah padaNya.. karna Dia adalah Tuhan yang tidak pernah berubah.. dahulu, sekarang, dan selamanya...
Sangat tidak menyenangkan jika kita memenuhi pikiran kita dengan kepunyaan kita sendiri.
Berada berjauhan dengan suami sangat tidak menyenangkan. Apalagi kami baru menikah setahun yg lalu dan berprogram untuk memiliki buah hati. Namun, apa mau dikata, skarang setelah usaha yang kami lakukan, kami masih saja berada dalam jarak yang berjauhan. Mungkin ini juga bukan sesuatu yang kebetulan. Merasakan pertolongan Tuhan dalam kehidupan keluarga kami, ini merupakan hal yang luar biasa dalam cerita kami berdua.
Dalam masa kami saling membutuhkan untuk saling berdampingan, jujur seringkali keegoisan saya ingin bertemu suami, saya suka marah2 sendiri kepada pihak2 yang berhubungan dengan pengurusan saya untuk ke Palu. Saya merasa ini hal yang "mempastiukan" dan menganggap mereka menghalangi kami untuk bertumbuh. Tapi, daripada saya mengeluh dengan orang2 terkait tersebut, memang lebih melegahkan ketika saya berdoa dan menyerahkan semua kepada Tuhan. Karna, apa gunanya kita mengeluhkan kepada mereka sedangkan mereka toh malah sibuk, cuek, dan semisal membiarkan ini.. dan akhirnya toh saya merasa belum menemukan kepuasan untuk jawaban mereka..
Tetapu, Tuhan, Dialah yang akan memberikan keouasan atas semua pergumulan ini. Menyerahkan seenterunya kepada-Nya dan mencurahkan apa yang ada di hati ini kepadaNya, karna di dalam Dia ada kelegaan, ada pembalutan luka, ada pemulihan, ada JAWABAN.
Berharap kiranya dibrikan kekuatan agar tetap selalu berserah padaNya.. karna Dia adalah Tuhan yang tidak pernah berubah.. dahulu, sekarang, dan selamanya...
Minggu, 24 Mei 2015
it's The Holy Spirit job to convict, God's job to judge, and my job to love (Billy Graham)"
Hari ini tepatnya sore ini, setelah berjuang memutar pikiran tentang "bagaimana caranya membuat saya tidak lagi berurusan dengan teman sekerja yg tidak nyaman?".
Meminta pertolongan Bapa untuk bisa diterangi jalan pikiran agar tidak membawa efek buruk.. dan, saat estr membuka instagram dari @alviradjaguguk ada salah satu fotonya yang berkata: "it's The Holy Spirit job to convict, God's job to judge, and my job to love (Billy Graham)".
Ternyata katakata ini berdampak yah pemirsah..
Memang, estr akui di dunia kerja ada lingkungan yang membuat estr kurang nyaman. Rasa ingin menjauh, jaga jarak, karna toh hari ini kita ngomong tentang "lingkungan" itu, sebentar kita berbagi cerita dengannya. Apakah itu namanya?
Rasanya estr yang aneh atau?
Disinilah bisa dilihat adanya kebingungan bagaimana kita membawa diri. Merenung sejenak bahwa, "kita akan mengalami kehadiran-Nya di tempat dimana kita merasa tidak nyaman". Mungkin ini mengajarkan untuk tetap selalu bergantung pada-Nya.
Hari ini, renungan yg boleh termunculkan adalah kita tidak perlu menjauhi "lingkungan yg tidak nyaman itu" yg kita rasa membawa pengaruh buruk. Kita hanya perlu "menjaga" agar kita tidak terseret di dalamnya. Karna seperti kata Billy Graman yg dipost di instagram @alviradjagukguk bahwa tugas kita adalah "mengasihi". Lain daripada itu tak perlu kita pikirkan.
Masih terbayang bayang ayat Alkitab 1 Petrus 2:23 yang berkata "Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil."
Terpikir juga dengan masa silam yang penuh dengan banyak salah dan dosa. Intimidasi si jahat selalu mau membuat kita down sehingga menimbulkan perasaan bersalah. Namun kita juga jangan mau kalah dengan hal itu.
Kita orang orang yang telah dimerdekakan dan telah dimenangkan, kita dituntun untuk membuang daun2 kering dan mengganti dengan tunas yang baru.
Tuhan Yesus akan menolong setiap hati yang mau bertumbuh dan berbuah. Amin.
Meminta pertolongan Bapa untuk bisa diterangi jalan pikiran agar tidak membawa efek buruk.. dan, saat estr membuka instagram dari @alviradjaguguk ada salah satu fotonya yang berkata: "it's The Holy Spirit job to convict, God's job to judge, and my job to love (Billy Graham)".
Ternyata katakata ini berdampak yah pemirsah..
Memang, estr akui di dunia kerja ada lingkungan yang membuat estr kurang nyaman. Rasa ingin menjauh, jaga jarak, karna toh hari ini kita ngomong tentang "lingkungan" itu, sebentar kita berbagi cerita dengannya. Apakah itu namanya?
Rasanya estr yang aneh atau?
Disinilah bisa dilihat adanya kebingungan bagaimana kita membawa diri. Merenung sejenak bahwa, "kita akan mengalami kehadiran-Nya di tempat dimana kita merasa tidak nyaman". Mungkin ini mengajarkan untuk tetap selalu bergantung pada-Nya.
Hari ini, renungan yg boleh termunculkan adalah kita tidak perlu menjauhi "lingkungan yg tidak nyaman itu" yg kita rasa membawa pengaruh buruk. Kita hanya perlu "menjaga" agar kita tidak terseret di dalamnya. Karna seperti kata Billy Graman yg dipost di instagram @alviradjagukguk bahwa tugas kita adalah "mengasihi". Lain daripada itu tak perlu kita pikirkan.
Masih terbayang bayang ayat Alkitab 1 Petrus 2:23 yang berkata "Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil."
Terpikir juga dengan masa silam yang penuh dengan banyak salah dan dosa. Intimidasi si jahat selalu mau membuat kita down sehingga menimbulkan perasaan bersalah. Namun kita juga jangan mau kalah dengan hal itu.
Kita orang orang yang telah dimerdekakan dan telah dimenangkan, kita dituntun untuk membuang daun2 kering dan mengganti dengan tunas yang baru.
Tuhan Yesus akan menolong setiap hati yang mau bertumbuh dan berbuah. Amin.
Minggu, 17 Mei 2015
Membuang daun kering agar diganti tunas yang baru..
Hari sabtu kemaren ternyata tanggal merah pemirsah.. pas mo datang ba kontrol karna dokter menaruh tanggal kontrolnya pas hr sabtu.. mungkin dokter nda tarukira kalo itu tanggal merah delima..
Cerita punya cerita si husband berkata: "hon, dirimu mungkin saja terlalu banyak mikirnya, bawa diri dengan tenang, refreshing, supaya ndak sakit". Pikir2 ada benarnya juga. Obat bukan sepenuhnya lewat dokter. Obat juga bisa diambil dari diri kita sendiri dan hubungan kita dengan Tuhan. Estr mau menganggap bahwa ini titik balik estr untuk "mengganti daun kering dengan memulai tunas yang baru".
Memang, estr sedikit diganggu dengan pemikiran mengenai "kapan bisa pindah ke Palu". Mengurus titipan saja rupa susah. Usaha yang dilakukan pun bukan sedikit. Yah... walaupun memang mungkin ada human error dari estr yang yah sudahlah.. Tapi estr ndak mau juga menganggap itu sebagai penghalang yang estr anggap otu intimidasi si jahat yang mau menyalahkan.
Tersiksa dengan keadaan berjauhan dengan suami. Kerinduan kami untuk bisa bertumbuh dalam satu wilayah kerja yang sama, satu gereja yang sama, dibekukan oleh situasi yang sekarang.. Surat permohonan sudah dimasukkan, namun yah.. kaisar punya kuasa..
duuh blogerr, ndak memungkiri "pikiran yang mengganggu, akan mempengaruhi kesehatan" estr so alami!
Daripada mo marah2 pada pihak2 tertentu, mungkin lebih baik kita berdoa dan meminta kekuatan. Karena kedamaian bukanlah ketidakhadiran masalah, tapi kedamaian berbicara kehadiran Allah. Tidak ada gunanya menyimpan sakit hati, karena kita sendiri akan sakit oleh pikiran tentang rasa itu.
Intimidasi si jahat akan terus merongrong bagi mereka yang sementara membangun hubungan dekat dengan Tuhan.
So, daripada kita menyalahkan orang lain, menyalahkan diri sendiri, lebih baik kita berdoa. Fokus untuk "membuang daun kering agar diganti tunas yang baru".
Cerita punya cerita si husband berkata: "hon, dirimu mungkin saja terlalu banyak mikirnya, bawa diri dengan tenang, refreshing, supaya ndak sakit". Pikir2 ada benarnya juga. Obat bukan sepenuhnya lewat dokter. Obat juga bisa diambil dari diri kita sendiri dan hubungan kita dengan Tuhan. Estr mau menganggap bahwa ini titik balik estr untuk "mengganti daun kering dengan memulai tunas yang baru".
Memang, estr sedikit diganggu dengan pemikiran mengenai "kapan bisa pindah ke Palu". Mengurus titipan saja rupa susah. Usaha yang dilakukan pun bukan sedikit. Yah... walaupun memang mungkin ada human error dari estr yang yah sudahlah.. Tapi estr ndak mau juga menganggap itu sebagai penghalang yang estr anggap otu intimidasi si jahat yang mau menyalahkan.
Tersiksa dengan keadaan berjauhan dengan suami. Kerinduan kami untuk bisa bertumbuh dalam satu wilayah kerja yang sama, satu gereja yang sama, dibekukan oleh situasi yang sekarang.. Surat permohonan sudah dimasukkan, namun yah.. kaisar punya kuasa..
duuh blogerr, ndak memungkiri "pikiran yang mengganggu, akan mempengaruhi kesehatan" estr so alami!
Daripada mo marah2 pada pihak2 tertentu, mungkin lebih baik kita berdoa dan meminta kekuatan. Karena kedamaian bukanlah ketidakhadiran masalah, tapi kedamaian berbicara kehadiran Allah. Tidak ada gunanya menyimpan sakit hati, karena kita sendiri akan sakit oleh pikiran tentang rasa itu.
Intimidasi si jahat akan terus merongrong bagi mereka yang sementara membangun hubungan dekat dengan Tuhan.
So, daripada kita menyalahkan orang lain, menyalahkan diri sendiri, lebih baik kita berdoa. Fokus untuk "membuang daun kering agar diganti tunas yang baru".
Jumat, 15 Mei 2015
Tipu si jahat
Bercerita mengenai gelombang cerita hidup tidak akan pernah teduh selama kita masih berada di dunia yg penuh kefanaan ini.
Saat kita sedang menikmati indahnya kebersamaan Bapa hadir dalam hati kita, ada saja yahh tingkah si jahat untuk menghancurkan perasaan yg sementara kita nikmati dalam naungan-Nya.
Hari ini disaat estr memilih untuk bersyukur, si jahat mengingatkan estr mengenai kesalahan2 masa lalu yang mungkin dia mau supaya estr merasa paling berdosa, paling ndak layak menerima pengampunan. Yaa.. sempat terpikir sejenak dgn perasaan takut. Namun, ada hati yang berbisik bahwa "kita adalah manusia yang memang tidak ada yang layak sebenarnya.. hanya karena Bapa telah menyatakan bahwa kita berharga, kita telah dibayar lunas dan dosa telah dipatahkan". Memang dahulu estr banyak jatuh bangunnya, ada saat dimana melakukan kesalahan besar, fatal mungkin yg tak terlihat, namun mengapa tidak untuk bangkit, bangun, dan rise up again and again. Selama kita masih diberikan kesempatan..
Ndak ada orang yang sempurna..
Ndak ada orang yang ndak punya cerita masa lalu yang suram..
Ndak ada orang yang baik2 saja dari dulu sampe skarang..
Semua orang pernah....
Tapi, hanya beberapa dari mereka yang menyadari dan meninggalkan sesuatu yang buruk..
Sesuatu yang buruk dan dibongkar untuk kemudian dibangun sesuatu yang cantik.. dan pembongkaran itu ndak mudah. Mungkin ada reminder tentang masa lalu, rasa bersalah, rasa takut, tapi mari memilih untuk membekali semuanya itu dengan positive mind..
Jika kita mau, Bapa pasti akan membantu kita..
Saat minggu lalu waktu estr di Rumah Sakit, saat mengalami sakit, orang2 ndak tau rasa yang sedang kita rasakan, apa yang kita alamu mereka mungkin sedih tapi mereka tak merasakan dingin ataupun panas yang sedang estr rasakan.. Saat memejamkan mata dan sambil menyembah Tuhan untuk minta kekuatan, muncullah kata2 "Tuhan, kita akan berperang bersama kan untuk kesembuhan ini". Kata2 itu yang terus mengalir dalam pikiran estr. Paramedis hanyalah mediasi. Bapalah penyembuh. Dan, Bapa memberkati setiap usaha yang dilakukan..
Tuhan akan menolong kita untuk peka terhadap tipu si jahat si raja pembohong. Karna dia ingin memisahkan kita dari kasih Bapa.
Saat kita sedang menikmati indahnya kebersamaan Bapa hadir dalam hati kita, ada saja yahh tingkah si jahat untuk menghancurkan perasaan yg sementara kita nikmati dalam naungan-Nya.
Hari ini disaat estr memilih untuk bersyukur, si jahat mengingatkan estr mengenai kesalahan2 masa lalu yang mungkin dia mau supaya estr merasa paling berdosa, paling ndak layak menerima pengampunan. Yaa.. sempat terpikir sejenak dgn perasaan takut. Namun, ada hati yang berbisik bahwa "kita adalah manusia yang memang tidak ada yang layak sebenarnya.. hanya karena Bapa telah menyatakan bahwa kita berharga, kita telah dibayar lunas dan dosa telah dipatahkan". Memang dahulu estr banyak jatuh bangunnya, ada saat dimana melakukan kesalahan besar, fatal mungkin yg tak terlihat, namun mengapa tidak untuk bangkit, bangun, dan rise up again and again. Selama kita masih diberikan kesempatan..
Ndak ada orang yang sempurna..
Ndak ada orang yang ndak punya cerita masa lalu yang suram..
Ndak ada orang yang baik2 saja dari dulu sampe skarang..
Semua orang pernah....
Tapi, hanya beberapa dari mereka yang menyadari dan meninggalkan sesuatu yang buruk..
Sesuatu yang buruk dan dibongkar untuk kemudian dibangun sesuatu yang cantik.. dan pembongkaran itu ndak mudah. Mungkin ada reminder tentang masa lalu, rasa bersalah, rasa takut, tapi mari memilih untuk membekali semuanya itu dengan positive mind..
Jika kita mau, Bapa pasti akan membantu kita..
Saat minggu lalu waktu estr di Rumah Sakit, saat mengalami sakit, orang2 ndak tau rasa yang sedang kita rasakan, apa yang kita alamu mereka mungkin sedih tapi mereka tak merasakan dingin ataupun panas yang sedang estr rasakan.. Saat memejamkan mata dan sambil menyembah Tuhan untuk minta kekuatan, muncullah kata2 "Tuhan, kita akan berperang bersama kan untuk kesembuhan ini". Kata2 itu yang terus mengalir dalam pikiran estr. Paramedis hanyalah mediasi. Bapalah penyembuh. Dan, Bapa memberkati setiap usaha yang dilakukan..
Tuhan akan menolong kita untuk peka terhadap tipu si jahat si raja pembohong. Karna dia ingin memisahkan kita dari kasih Bapa.
Rabu, 04 Maret 2015
proud to be daughter by mamipapi
Pagi yg disambut gerimis hujan yg slooww membuat rasa dingin di kampung halaman Langowan terasa nikmatnya...
Bangon pagi, berburu dgn mobil angkot for mo k Manado bertemu dgn suami yg baru tiba dari Palu..
Di angkot sedikit terharu teringat mami papi. Karna? Di angkot ini kebanyakan org2 yg sudah lansia, dan sejenak saya mengira mereka ke Manado untuk ambil gaji *karna seperti mami yg so bangon pagi2 di tanggal muda for mo ambe gaji di Manado*
Ada rasa yg bangga dan bersyukur boleh melihat semangat mereka menikmati masa tua yg tak sedikit pengalaman yg sudah mereka lalui. Di sini ada pasangan oma dan opa, yg baku2 antar baku2 perhatiab. Duh rindu ehh mo suka jadi tua seperti itu bersama koko...
Berharap juga mami dan papi menikmati masa tua mereka dgn enjoy..
I love them, proud to be daughter by them
Bangon pagi, berburu dgn mobil angkot for mo k Manado bertemu dgn suami yg baru tiba dari Palu..
Di angkot sedikit terharu teringat mami papi. Karna? Di angkot ini kebanyakan org2 yg sudah lansia, dan sejenak saya mengira mereka ke Manado untuk ambil gaji *karna seperti mami yg so bangon pagi2 di tanggal muda for mo ambe gaji di Manado*
Ada rasa yg bangga dan bersyukur boleh melihat semangat mereka menikmati masa tua yg tak sedikit pengalaman yg sudah mereka lalui. Di sini ada pasangan oma dan opa, yg baku2 antar baku2 perhatiab. Duh rindu ehh mo suka jadi tua seperti itu bersama koko...
Berharap juga mami dan papi menikmati masa tua mereka dgn enjoy..
I love them, proud to be daughter by them
Minggu, 01 Maret 2015
hubungan kisah Ahok dan salah satu pembacaan Alkitab hari ini
Salah satu pembacaan Alkitab di gereja tadi dibuka pada Matius 13:3-13 yg memberikan gambaran ttg permulaan penderitaan. Secara tak sengaja langsung dapa inga kejadian yg sementara dihadapi oleh Ahok dan DPRD Jakart. Perselisihan tegang yg entah karena miskomunikasi atau apapun itu hanya mereka yg tau lebih jelas cerita itu. Dalam firmanNya "...janganlah kamu heran jika kamu diperhadapkan di depan majelis dan pemuka agama oleh karena namaKu..." dapa inga bingitss dengan kejadian Ahok ini.
Memang kang ini so permulaan menjelamg akhir zaman. So banyak kejadian2 yg dulunya nda ada mar skarang so muncul. Gaya hidup yg sudah semakin modern dengan kecanggihan2 teknologi yg lebih up-date. Tanpa sadar kita sering terlibat dalam cerita dunia yg menguji kita jatuh bangun dalam pertumbuhan akan pengenalanNya.
Bersyukur dengan pelajaran hari ini yg boleh mengingatkan saya bahwa sudah tidak ada waktu lagi bermainmain dengan waktu, kiranya Roh Kudus menolong kami (LengkongSuwuh).
Memang kang ini so permulaan menjelamg akhir zaman. So banyak kejadian2 yg dulunya nda ada mar skarang so muncul. Gaya hidup yg sudah semakin modern dengan kecanggihan2 teknologi yg lebih up-date. Tanpa sadar kita sering terlibat dalam cerita dunia yg menguji kita jatuh bangun dalam pertumbuhan akan pengenalanNya.
Bersyukur dengan pelajaran hari ini yg boleh mengingatkan saya bahwa sudah tidak ada waktu lagi bermainmain dengan waktu, kiranya Roh Kudus menolong kami (LengkongSuwuh).
Jumat, 27 Februari 2015
The Purpose Driven Life (day-5)
Kita tidak tau semua ujian yang akan Allah berikan kepada kita, tetapi kita bisa memperkirakan sebagian berdasarkan Alkitab. Kita akan diuji melalui perubahan-perubahan besar, janji-janji yang tertunda, masalah-masalah yang sulit, doa-doa yang tak terjawab, kritikan-kritikan yg tidak layak diterima, dan bahkan tragedi yg tidak masuk akal.
Ujian yg sangat penting adalah bagaimana sepatutnya bertindak ketika kita tidak bisa merasakan kehadiran Allah dalam kehidupan kita. Kadang-kadang Allah dengan sengaja mundur, dan kita tidak merasakan kedekatanNya. Seorang raja bernama Hizkia mengalami ujian ini. Alkitab berkata, "Allah meninggalkan dia untuk mencobainya, supaya diketahui segala isi hatinya (2Taw 32:31)". Hizkia telah menikmati suatu persekutuan yg dekat dengan Allah, tetapi pada titik penting dalam kehidupannya Allah meninggalkannya sendiri untuk menguji karakternya, untuk menunjukkan kelemahannya, dan untuk mempersiapkan dia guna menghadapi tanggung jawab yg lebih besar.
Kehidupan di bumi adalah sebuah kepercayaan.
Kita tidak pernah benar-benar memiliki apapun selama kediaman singkat kita di bumi. Allah hanya meminjamkan bumi kepada kita pada waktu kita ada di sini.
Banyak orang gagal menyadari bahwa uang merupakan sebuah ujian sekaligus sebuah kepercayaan dari Allah.
Ujian yg sangat penting adalah bagaimana sepatutnya bertindak ketika kita tidak bisa merasakan kehadiran Allah dalam kehidupan kita. Kadang-kadang Allah dengan sengaja mundur, dan kita tidak merasakan kedekatanNya. Seorang raja bernama Hizkia mengalami ujian ini. Alkitab berkata, "Allah meninggalkan dia untuk mencobainya, supaya diketahui segala isi hatinya (2Taw 32:31)". Hizkia telah menikmati suatu persekutuan yg dekat dengan Allah, tetapi pada titik penting dalam kehidupannya Allah meninggalkannya sendiri untuk menguji karakternya, untuk menunjukkan kelemahannya, dan untuk mempersiapkan dia guna menghadapi tanggung jawab yg lebih besar.
Kehidupan di bumi adalah sebuah kepercayaan.
Kita tidak pernah benar-benar memiliki apapun selama kediaman singkat kita di bumi. Allah hanya meminjamkan bumi kepada kita pada waktu kita ada di sini.
Banyak orang gagal menyadari bahwa uang merupakan sebuah ujian sekaligus sebuah kepercayaan dari Allah.
Rabu, 18 Februari 2015
Enjoying holiday at private room
Dirumah saja menikmati hari libur, tanggal merah karena Tahun Baru China sambil ngemil coklat dan "bakuhaga" dengan boneka hadiah Valentine suami di tahun 2009 sewaktu kami masih pacaran..
Ingat-mengingat, banyak cerita yg sudah dilalui bersama suka duka jatuh bangun, dan itulah kisah yg unik. Itulah cerita kami berdua, dan kami menyukainya☺☺
Sekarang kami telah menikah, tapi jarak karena pekerjaan membuat kami sulit menikmati kebersamaan setiap hari sebagai suami-istri. Sulit, dan mengganukan, dan sangat tidak menyenangkan.. berharap Tuhan akan selalu membantu kami, memegang hati kami, supaya apapun kondisi dan situasi yg kami hadapi, Tuhan pegang perasaan kami..
Mungkin atasan boleh mempersulit kami, tapi dia hanya atasan untuk beberapa tahun. Bapa adalah bos diatas segala bos. Kiranya Dialah yg akan mengatur semuanya buat kami.
God bless Lengkong-Suwuh family💋💋
Ingat-mengingat, banyak cerita yg sudah dilalui bersama suka duka jatuh bangun, dan itulah kisah yg unik. Itulah cerita kami berdua, dan kami menyukainya☺☺
Sekarang kami telah menikah, tapi jarak karena pekerjaan membuat kami sulit menikmati kebersamaan setiap hari sebagai suami-istri. Sulit, dan mengganukan, dan sangat tidak menyenangkan.. berharap Tuhan akan selalu membantu kami, memegang hati kami, supaya apapun kondisi dan situasi yg kami hadapi, Tuhan pegang perasaan kami..
Mungkin atasan boleh mempersulit kami, tapi dia hanya atasan untuk beberapa tahun. Bapa adalah bos diatas segala bos. Kiranya Dialah yg akan mengatur semuanya buat kami.
God bless Lengkong-Suwuh family💋💋
hellooo my blog..... lama tak jumpa.....
Heloooowwww my blog............ long time no c yaaaaa........ how i miss this place.... hohohohoho
Now on Februari 18, 2015
I am a blessed woman, proud wife, blessed person. I am on duty as Civils (PNS), my husband is Yohanes George Lengkong.
Yes, i am Mrs.Lengkong 👩
Langganan:
Postingan (Atom)


